Polda Metro Jaya mengungkap sketsa wajah dua terduga pelaku pengeroyokan yang menewaskan Bambang Setiyawan (59) di Pejompongan, Jakarta Pusat, pada Kamis (27/8/2026). Sketsa tersebut dirilis sebagai bagian dari penyelidikan kasus yang terjadi saat kerusuhan demonstrasi, menurut laporan CNN Indonesia pada Selasa (2/9/2026).
Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya menyatakan bahwa penyidik terus melakukan pengejaran terhadap kedua terduga pelaku. Polisi juga tengah mendalami kemungkinan adanya aktor lain di balik insiden tersebut, sebagaimana dikutip dari Tribunnews.
Dalam proses penyidikan, polisi telah memeriksa 14 orang saksi. Hal ini diungkapkan dalam laporan Okezone yang tayang pada Selasa (2/9/2026) pagi, yang juga menyebutkan bahwa polisi masih memburu kedua pengeroyok tersebut.
Langkah proaktif juga ditempuh dengan menerbitkan laporan polisi tipe A untuk mengusut kematian Bambang. Menurut Okezone, laporan ini dibuat meskipun keluarga sebelumnya disebut menolak autopsi, namun polisi tetap melanjutkan penyelidikan secara profesional.
Bambang Setiyawan, yang berprofesi sebagai pedagang cermin, menjadi korban pengeroyokan saat demonstrasi ricuh di kawasan Pejompongan. Peristiwa itu terjadi pada Kamis (27/8/2026), dan hingga saat ini polisi belum menetapkan tersangka.
Konteks
Peristiwa pengeroyokan yang menewaskan Bambang Setiyawan terjadi di tengah aksi demonstrasi yang berujung ricuh di kawasan Pejompongan, Jakarta Pusat. Polda Metro Jaya langsung bergerak setelah laporan masuk, dan hingga kini penyelidikan terus berjalan dengan memeriksa para saksi serta memburu dua terduga pelaku.
Apa yang perlu diketahui
- Polda Metro Jaya merilis sketsa wajah dua terduga pelaku pengeroyokan pada Selasa (2/9/2026).
- Korban adalah Bambang Setiyawan (59), pedagang cermin asal Pejompongan, yang tewas dalam kerusuhan demonstrasi Kamis (27/8/2026).
- Polisi telah memeriksa 14 orang saksi dan menerbitkan laporan polisi tipe A untuk mengusut kasus ini.
- Penyidik masih memburu kedua pelaku dan mendalami kemungkinan adanya aktor lain.
- Keluarga korban sebelumnya menolak autopsi, namun polisi tetap melanjutkan penyelidikan.
Tulis Komentar