BNPB Pantau Puluhan Titik Api Karhutla di Riau dan Kalbar

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan 30 titik api di Kalimantan Barat dan 4 titik di Riau. Sebanyak 135 hektare lahan di Riau berhasil dipadamkan.

R
Oleh Redaksi
Diterbitkan 1 September 2026, 18:40 WIB
Share
Ilustrasi AI: BNPB Pantau Puluhan Titik Api Karhutla di Riau dan Kalbar
Foto: Ilustrasi AI

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat adanya kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di dua provinsi, yakni Riau dan Kalimantan Barat. Berdasarkan laporan yang diterima pada 1 September 2026, BNPB mendeteksi puluhan titik api yang masih menyala di wilayah tersebut.

Di Kalimantan Barat, BNPB melaporkan 30 titik api (firespot) yang masih aktif. Menurut laporan CNN Indonesia, kebakaran ini tersebar di beberapa titik dan menyebabkan kualitas udara di wilayah tersebut berada pada kategori sedang hingga tidak sehat. Kondisi ini memerlukan kewaspadaan masyarakat, terutama bagi kelompok rentan.

Sementara itu, di Provinsi Riau, BNPB mencatat empat titik api karhutla. Namun, upaya pemadaman telah membuahkan hasil. Okezone melaporkan bahwa seluas 135 hektare lahan yang terbakar berhasil dipadamkan oleh tim gabungan. Meski demikian, sebagian titik api masih menyala dan memerlukan penanganan lebih lanjut.

Kebakaran di Riau turut berdampak pada kualitas udara. BNPB melaporkan bahwa indeks standar pencemar udara (ISPU) di beberapa daerah menunjukkan kategori sedang hingga tidak sehat. Masyarakat diimbau menggunakan masker saat beraktivitas di luar ruangan dan mengurangi aktivitas yang memicu polusi.

BNPB terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah, TNI, Polri, dan relawan untuk mempercepat pemadaman. Helikopter water bombing dan patroli udara juga dikerahkan untuk memantau titik api baru. Selain itu, sosialisasi tentang larangan membakar lahan diperketat untuk mencegah perluasan karhutla.

Konteks

Kebakaran hutan dan lahan merupakan fenomena tahunan di Indonesia, terutama saat musim kemarau. Provinsi Riau dan Kalimantan Barat termasuk wilayah rawan karhutla karena banyaknya lahan gambut. BNPB bersama instansi terkait rutin melakukan deteksi dini melalui satelit dan patroli darat untuk meminimalkan dampak kebakaran.

Apa yang perlu diketahui

  • BNPB mendeteksi 30 titik api di Kalimantan Barat dan 4 titik api di Riau pada 1 September 2026.
  • Seluas 135 hektare lahan di Riau berhasil dipadamkan oleh tim gabungan.
  • Kualitas udara di kedua provinsi berada pada kategori sedang hingga tidak sehat akibat karhutla.
  • Upaya pemadaman melibatkan helikopter water bombing dan patroli udara.
  • Masyarakat diimbau waspada dan tidak melakukan pembakaran lahan sembarangan.

Tulis Komentar

Kode captcha